🥌 Aqiqah Wajib Atau Tidak

Pendapat jumhur ulama adalah aqiqah itu hukumnya sunnah. Madzhab Hanafiah mengatakan tidak wajib dan tidak pula sunnah, hukumnya mubah. Dengan demikian, kecendrungan ulama umumnya berpegang kepada pendapat jumhur ulama yang menyatakan bahwa aqiqah itu sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) dan pelaksanaannya paling utama adalah hari

Jika bayi tidak dicukur, orang tuanya bisa memperkirakan berat rambutnya dan bersedekah seberat rambut itu. Kemudian mencukur rambut dilakukan setelah menyembelih aqiqah.. (Mausu’ah al-Fiqhiyah, 26:107). Berdasarkan keterangan di atas, penentuan waktu pelaksanaan aqiqah di hari ketujuh, hukumnya tidak wajib. Demikian pula, aqiqah dan mencukur
Secara bahasa, Aqiqah adalah nama rambut yang ada pada kepala bayi ketika bayi itu lahir. Rambut ini lah yang biasa dicukur pada acara tujuh hari kelahiran si bayi atau sepasar. Meski demikian, pengertian tersebut akan jauh berbeda dengan pengertian Aqiqah secara syara’. Pengertian Aqiqah secara syara’ adalah hewan yang disembelih pada hari
\n \n\n\n\naqiqah wajib atau tidak
1. Gugur Sebelum Ditiupkan Ruh. Apabila janin yang keguguran belum memasukiusia 4 bulan, maka tidak perlu diberi nama dan juga tidak perlu diadakan aqiqahsebab ketentuanaqiqah dan juga memberi nama hanya dilakukan untuk keguguran yang sudahmemasuki usia 5 bulan dimana sudah ditiupkan ruh pada janin sebab sudahdihukumi manusia yang menjadi al Afrath atau anak yang akan menolong orangtuanya.
Binatang yang dipilih untuk ibadah aqiqah wajib berada dalam keadaan yang sihat dan tidak mempunyai sebarang kecacatan. Cacat yang dimakudkan di sini ialah seperti mata yang buta sama ada sebelah atau kedua-dua belah, kaki tempang, cuma mempunyai sebelah telinga, atau terlalu kurus dan sakit, dan juga tidak bunting. 5.
Hukum Melaksanakan Aqiqah. Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqhul Islam wa Adillatuhu, ulama mazhab Syafi'i berpendapat bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah bagi pihak-pihak yang wajib menafkahi anak tersebut. Sementara itu, ulama mazhab Hanafi menyatakan bahwa aqiqah hukumnya mubah dan tidak sampai mustahab (dianjurkan). Namun bila mengacu pada mazhab Hanafi, kurban siftnya wajib bagi yang mampu. Dalil hukum mengenai ibadah kurban difirmankan Allah SWT dalam QS Al Kautsar ayat 2 yang berbunyi: Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Selain itu Rasulullah SAW pun bersabda: “Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati
Tapi tidak menutup kemungkinan pada waktu yang lain, baik sebelum atau sesudahnya sebagaimana didukung Malikiyyah dan Syafi’iyyah. Dengan demikian tidak ada keterikatan dengan waktu tertentu terkait keabsahannya, apalagi pada hari ke-40. Wallahu a’alam. Yuk bantu dakwah media BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Aqiqah adalah sunnah orang tua, jika ditunaikan mendapat pahala dan jika tidak ditunaikan tidak akan mendapatkan dosa. Ada ulama yang menghukumi aqiqah sebagai sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Ada pula yang menghukumi aqiqah wajib. Masih melansir dari kitab yang sama, Imam an-Nawawi menjelaskan hukum aqiqah adalah sunnah bagi orang tua. Katanya, para ulama Syafieyyah pula berpendapat, pelaksanaan aqiqah dituntut ke atas al-asl seperti ayah dan datuk kerana dia wajib menafkahi bayi tersebut. Imam Ibn Hajar al-Haitami menyebut dalam kitabnya al-Minhaj al-Qawim: "Tidak boleh bagi seorang wali itu melakukan aqiqah menggunakan harta anaknya. Wa’alaikumussalam Ariff, Daging aqiqah (aqiqah sunat saja) boleh dijamu kepada orang bukan islam, namun ia tidak digalakkan jika lebih ramai komuniti islam di kawasan tersebut. Manakala aqiqah wajib (seperti aqiqah nazar) tidak boleh (haram) diberikan atau dijamu kepada bukan islam.
Jika laki – laki maka aqiqah menyembelih 2 ekor kambing namun jika perempuan maka menyembelih 1 ekor kambing. Tidak hanya itu rambut yang dipotong juga sunnah jika bayi perempuan sampai potongannya digunduli. Jika sampai saat itu tidak bisa potong rambut bayi atau tidak sempat maka bisa melakukan potong rambut bayi ketika sempat.
Pendapat mazhab Syafie, aqiqah ini sunat muakkad hukumnya. Ia merupakan ibadat yang tertinggi dan sangat digalakkan, akan tetapi ia tidaklah sampai kepada hukum wajib. Rasulullah sentiasa mengamalkan hal ini. Ianya sangat-sangat dituntut dalam Islam. Sementara bagi orang yang kurang atau tidak mampu, pelaksanaan aqiqah dapat ditiadakan. Secara wajib, menurut hadist riwayat Ahmad yang berbunyi: "Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama." (HR Ahmad) maka aqiqah wajib dilakukan.
\n \n \n aqiqah wajib atau tidak
.